Nop
25
Filed Under (alam) by henrikuspassiamanto on 25-11-2009 and tagged , , ,

Beberapa bulan ini karena bertugas sebagai Tenaga Pendamping Teknis Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Papua, saya kerap mengunjungi pulau Moor. Pulau Moor merupakan salah satu pulau dari gugusan kepulauan Moor disebelah timur laut kota Nabire. Secara administratif, pemerintahan Pulau Moor berada di kecamatan Napan Wainami, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua. Ini tugas yang menyenangkan, saya seperti diberi kesempatan berpetualang di alam yang belum tentu semua orang mampu menikmatinya secara langsung.

7

Siapa yang menolak mendapat tugas dengan pemandangan indah ini sebagai bonusnya?? Lihat kan airnya yang jernih?

Untuk mencapai Pulau ini, tentu saja kita harus bertolak dari kota Nabire. Kota Nabire merupakan kota yang cukup indah dan menyenangkan dengan jalan-jalannya yang lebar. Pada umumnya, Nabire digunakan sebagai transit para wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke/dari Biak, Jayapura, ataupun daerah pedalaman Enarotali dan Puncak Jaya.

10c

Seperti tempat lainnya di Indonesia, potensi wisata Nabire sangatlah besar. Sayangnya, kawasan pariwisata di Nabire belum banyak dikenal oleh para wisatawan karena tidak dikelola secara professional. Nabire mempunyai garis pantai yang cukup indah dan juga pulau-pulau lepas pantai Nabire yang juga tak kalah eksotisnya, dan salah satunya adalah Pulau Moor.

Untuk mencapai Pulau Moor, dari Nabire kita harus mencapai pelabuhan Samabusa yang jika menggunakan taksi atau ojek, dapat dicapai dalam waktu 45 menit perjalanan. Dari Samabusa, para wisatawan yang akan mencapai pulau ini harus menyewa perahu nelayan.

Perlu menyewa sebuah perahu nelayan untuk menuju P. Moor dari pelabuhan Samabusa. untung lah karena ini Kunjungan tugas saya sering dapat tumpangan gratis dari Kepala Desa ataupun masyarakat sana

Selama perjalanan yang memakan waktu 2 jam tersebut, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Pantai-pantai yang berpasir putih dengan latar belakang teluk-teluk dan tanjung-tanjung terjal menjadi pemandangan yang asyik dinikmati. Dari laut, P. Mambor, P. Hariti, dan P. Ahe terlihat hijau oleh pepohonan. Dari kejauhan, terlihat daratan P. Moor dan P. Arui yang tidak kalah hijaunya. Perpaduan warna pulau yang hijau, putih pasir, biru laut, dan biru langit memang sangat mengagumkan.

bertugas dan berpetualang

Ketika mendekati gugusan P. Mambor dan P. Hariti, biasanya kita akan menjumpai serombongan ikan lumba-lumba yang bermain. Lumba - lumba tersebut akan mendekati perahu bila kita membuat suara berupa ketukan dengan menghentak – hentakan kaki atau tangan pada dinding perahu. Kadangkala, kita juga dapat melihat punggung teteruga (penyu sisik) di kejauhan. Kita akan disuguhi pengalaman asli yang sulit kita dapatkan di tempat lain. Tak salah, jika kita berkata bahwa Tuhan telah memberkati alam Indonesia dengan lautnya yang sungguh luar biasa.

God bless Indonesia, God bless Papua
God bless Indonesia, God bless Papua

Selain dihiasi oleh keindahan pantainya, Pulau Moor juga memiliki hutan. Di hutan tersebut hidup beberapa spesies binatang, seperti Maleo kecil (Megapodius freycent)dan beberapa jenis kuskus, ular, kelelawar, dan babi hutan. Para penduduk biasanya memburu Maleo, kuskus, dan babi hutan untuk mereka konsumsi.

Saya sempat mengikuti kegiatan berburu disana, bersama kawan - kawan kecil Pulau Moor saya berpetualang ke dalam hutan. Pengalaman berburu ini amat menarik. Saya banyak belajar bagaimana anak - anak pulau itu memasang jerat pelanting (bayangkan film - film petualangan ala Hollywood. Jerat terinjak maka si buruan akan menggantung setelah bagian kakinya terikat). Saya sempat mencoba beberapa kali menembak buruan, dan menyaksikan bagaimana rombongan kecil kami bergembira ketika kami berhasil mendapatkan buruan kami.

belajar berburu di hutan
belajar berburu di hutan

Hingga akhirnya kami pulang dengan perut yang amat lapar. Berburu ternyata benar - benar menyenangkan.

makan kelapa
Makan kelapa
alam menyediakan segalanya
Alam menyediakan segalanya

Makan ikan mungkin mahal bagi sebagian orang yang hidup diperkotaan atau masyarakat yang hidup jauh dari pantai. Namun tidak bagi masyarakat pesisir, begitu pula di Pulau Moor. Penduduk pulau ini memakan ikan hasil tangkapannya. Suatu hari saya ikut menangkap ikan, “molo” namanya. Aktivitas menangkap ikan secara tradisional dimana kami menyelam dan kemudian menembak ikan menggunakan senapan yang terbuat dari kayu. Saya diajak ber-molo malam hari. yeah, ini pengalaman pertama kali melakukan molo malam hari.

menangkap ikan malam - malam
Menangkap ikan malam - malam

Setelah menanti air malam itu agak surut, saya akhirnya molo ikan bersama kawan - kawan kecil ini. Menyenangkan, namun jangan kira ini mudah, berada di dalam air laut malam hari memang memiliki sensasi yang lain dari menyelam biasa di siang hari, namun tidak terlalu mudah dimana menembak ikan di dalam air memerlukan tenaga yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan di permukaan air. Jelas dalam hal ini saya masih sangat amatir. Namun saya terus gigih berusaha walau akhirnya hanya mendapatkan ikan kecil yang jelas - jelas bukan tujuan tangkapan kami. Malam itu saya menyerah setelah
paha saya tersengat papeda laut (ubur - ubur).

Malam itu saya bermalam di rumah wisata dan menikmati tangkapan ikan-ikan perairan pulau Moor. Baru pukul enam pagi kami pulang ke kampung.

ini perahu kami
Ini perahu kami
berperahu
Berperahu

Wah, entah perlu bicara apa lagi. Begitu banyak yang ingin saya ceritakan satu per satu. Hidup bersandingan dengan alam sungguh menyenangkan. Datanglah sesekali ke Pulau Moor. Kunjungilah kami di wilayah Indonesia Timur. Banyak lokasi wisata perawan disini selain di wilayah Indonesia lainnya. Menikmati alam dengan cara yang amat alami mungkin bisa dijadikan pilihan lain ketika liburan datang. Gaya berlibur seperti ini mungkin bisa jadi pilihan menarik selain pergi ke tempat - tempat terkenal di luar negeri sana. Semoga cerita saya ini memicu gairah berpetulangmu. Mari kenali alam disekitar kita, alam milik kita bersama, alam Indonesia.